Send As SMS

keep spirit and care with else

memberi, mencari,menjiwai dan mengikhlaskan all of happend

Sunday, July 23, 2006

WALHAMDU

Alhamdulilah,akhirnya, kami team work bisa berangkat semuanya ke PIMNAS XIX di UMM Malang tgl 24-29 Juli 2006. Akhirnya perjuangan ini yang penuh liku terjawab sudah. Manjadda wajadda, maybe akan menjadi slogon yang terus akan pasti bersemayam sepanjang hayatku.

Alahu Rabbbul izzati sellau memberi makana-makna tersendiri dalam hidupku. LOVE U SO MUCH. Mohon doa dari semua agar deberi kebaikan dalam untaian acara tersebut.

Goretan-goretan tersendiri akan ana tuliskan after back from PIMNAS,
soooo Continue next.....

Tuesday, July 11, 2006

Untaian hariku before to PIMNAS PKMI Malang

LAMPION

Semburat warna mempercantik cahaya
Redup cahaya menerangi kegelapan
Semburat cahaya semilir angin
Membantu mancari penerangan

Kegalauan sesaat menerpa karang
Nan kuat menerpa badai
Singgasana perkasa nan damai
Tulus asa nan penuh harapan

Keajaiban pupus bersama rasa
Tinggi budi tak kan singgah
Peruntuk saudara yang nan indah
Laksana permata diatas sana


Keikhlasan perjuangan ini my luv ukh, ana pertahankan. Ana tau anti sangat berbudi pekerti, tak sanggupkah engkau pergi sendiri untuk memperjuangkan pengorbanan ini? ana tau my ukh fillah, kecintaan mu terhadaap makna persaudaraan ini. Bukankah kau tau? Tekad didalam hati ini merelakan perjuangan mu. Ana ikhlas….. ana ikhlas. Perjuangkankan pengorbanan ini, bayar cucuran keringat ini, dengan perjuanagnmu di medan laga. Ana tak pantas pergi, ana tahu sampai dimana ana ini.Biarlah bara semangat ini menggar your hati. Pergilah, ana doakan selalu. Kenapa? Anti pincang tanpa ana? Ana tahu berjalan dengan dua kaki adalah kesempurnaan , tapi itu lebih baik than anti hanya duduk terpaku. Sedih hati ini ukh, hargai ana, pergilah untuk memperjuangkan pengorbanan ini. WISMILAK. Moga Allah semakin memeperindah persaudaraan ini.


Medan,8 Juli 2006
Dipenghujung fajar

Ini adalah ungkapan perasaan mendalam tentang persaudaraaan yang indah untuk memaknai sebuah pengorbanan. Pagi itu adalah hasil muhasabah seorang ukhti fillah, yang mengikhlaskan saudaranya untuk berjuang di medan laga dalam kompetisi PIMNAS(Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) di UMM Malang. Two women yang dipersaudarakan karena iman. Harus memilih salah satunya untuk menjadi peserta dalam acara PIMNAS XIX di Malang yang diketahui keduanya pada tanggal 7 Juli 2006, dimana kelompok research yang terdiri dari 3 orang(Amirul Muslim, Fatimah Sari, dian Hariyanti) harus memilih salah satunya untuk berangkata menuju medan laga pada minggu selanjutnya. Berat, taka ada salah satunyapun yang bersedia. Keduanya tetap sama-sama untuk mengalah. But, kuikhlaskan perjuangan ini, ku tahu kemampuanku. Hanya bermohon perjuangkan pengorbanan ini. Berlaga di PIMNAS my luv ukh. PLs:((

Doaku bersama team research, moga perjuangan teman-teman membuahkan hasil, mengharumkan almamater, menggoreskan tinta emas dalam jurnal PIMNAS ke depan. Ku berharap teman-teman, kuikhlas, ku bantu dengan doaku, walau ku tak dapat turut serta dalam perjuanaganmu. My luv ukh, taka pa, ku besar hati, bukankah kita saudara, ku tahu makalah ditanaganmu lebih bearti dan bermakna dari pada ditanganku. Persentasekanlah hasil perjuangnku, mu dan nya. Ana percaya. Ana uhibbuki fillah. Selamat berlaga di PIMNAS Malang, 27-29 Juli 2006.

“Ya Rabbi jadikan lah hati ini lembut seperti hari ini. Curahkan lah Rahmah dalam persaudaraan ini. Ku bermohon untuk menggapai Ridho mu Ya Illahi” (Makna keikhlasan yang belum pernah ketemui seperti hari ini)

MENGGUGAH JIWA

SANG PENCINTA DUNIA

Aku pecinta dunia
Aku bersangga kepada dunia dan perhiasannya
Aku gapai kenikmatan dunia
Dengan dandanan penghuninya

Aku pecinta dunia
Aku berpacu dalam Lumpur keji
Dalam kurun waktu yang panjang pasti
Kulewati hari-hari yang menyenangkan
Karena kebodohan yang tak tertahankan
Agamu ku korbankan sedang dunia kutegakkan
Berapa kutanggung dosa-dosa yang menggunung?
Tanpa peduli, tak kuhitung

Ku rajut kehidupan dunia
Seraya mencabik-cabik agama
Akhirnya, bekas di agam tak tersisa
Sedang rajutan tak menampakkan hasilnya

Disaat aku tertawa di atas kursi keagungan
Adakah yang emngingatkanku…
Bahwa kain kafanku telah dibuat?
Atau adakah yang mengingatkanku….
Bahwa liangku telah digali?
Tidak
Tidak ada satu pun penghuni dunia yang mengingatkanku

Disaat aku berpikir tentang dunia
Barulah aku tau….
Sebuah tanda penyesalan di qalbu…

Kupikir semua ini kekal
Nyatanya Cuma bekal
Yang harus kujahit layaknya pakaian
Untuk menjadi jubah kematian

Kini…
Tiada arti canda gurau… karena didepanku tlah membentang pintu kematian
Semuanya sirna… ditelan waktu
Penyesalan tiada guna
Pengampunan tak berarti apa-apa
Tinggallah aku meratap sedih
Seakan jiwa seorang diri
Rabbana….. rabbana…Dzolamna….. anfusana wa illamtaghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khoooosirin
Created by Afni Benazir(siswi SMA n 3 Mdn)

Collection poem

TAK KU MAMPU

Jika ku bercemin pada kaca
Tak terlihat nyata
Jika ku bercermin ku tak bertanya

Tak… tak… tak….
Kumampu

Hampirku terbujur kaku
Mampukah ku melihat diriku
Itu milikMu

Mampu… mampu… mampu
Mampukah diriku?

Bisikan jauh dikeheningan
Biar menjadi obat pelipurku


Created by Qoul@n S@did@ah

Wednesday, July 05, 2006

THE EFFECT OF @@C


Hari ini awal Juli, ku menapaki hari-hari dan amal yaumi dengan giroh yang Subhanallah luar biasa. Seperti ada spirit baru dalam diriku. Tepatnya hari Senin di pekan pertama, setelah weekend with my parents ke rumah pamannya mamak, ku bangun pagi untuk subuh. Walaupun jadwal kubangun seperti biasa tapi pagi ini aku lebih fresh karena tidur lebih awal. Sudah 3 hari aku tidur mendekati subuh, karena aku sudah bertekad untuk menghabiskan bacaan sebuah buku yang kubeli dari seorang teman yang datang kerumah untuk menawarkan berbagai buku pada Jum’at malam. Buku itu sebenarnya sudah kuniatkan untuk kubeli siang hari sepulang dari kampus di toko buku tempat ku dulu berlangganan buku (belakangan ini sudah jarang aku beli buku, sejak aku sering menghabiskan waktu di warung ciber. Ku lebih memilih berlama-lama di depan computer untuk membaca dan mencari info sambil chatting), tetapi karena sudah beberapa hari ini udara sangat panas, akhirnya kuurungkan niatku dan aku lebih memilih untuk cepat pulang. Tetapi Allah mengetahui apa yang ada didalam hati hambaNya. Akhirnya buku itu kudapatkan juga dari temanku pada malam harinya.
Buku yang kebetulan ku beli dari seorang teman itu berada diantara tumpukan buku-buku tebal yang bagus-bagus dan mahal harganya. Yang membuatku bersyukur dan mungkin rasa ini juga yang mempengaruhi hari-hariku saat menulis story ini, adalah buku yang sebenarnya sangat ingin kumiliki dan give the effect yang luar bias, ku peroleh infonya dari adik kelasku ketika kami sama-sama menghadiri acara raker yang diadakan oleh BEM-Fak dikampus tercinta. Ku pinjam buku itu, titlenya Ayat-Ayat Cinta. Buku yang tebalnya kurang lebih 450 halaman ini ditulis oleh seorang novelis tamatan dari negeri seribu menara., Abdurrahman El-Shirazy, dan buku itu sudah pernah kudengar sebelumnya jauh hari ketika ku menajaga bazaar di salah satu acara Musda I partai tercinta di kotaku. Dan dari seorang pemateri dalam suata acara daurah dakwah fardiyah yang diadakn oleh salah satu organisasi tercinta dikampus. Kata pemateri buku itu adalah satu-satunya novel yang membuat dia tertarik, isinya luar biasa, sehingga dapat diselesaikannya hanya dalam satu malam. Akupun penasarn apalagi dengan judulnya yang sangat menarik. Tetapi ku belum pernah menemukan buku itu dalam bazaar-bazar kecil yang sering diadakan mahasiswa ketika ada event kemahasiswan. Ada niatan untuk membeli, tapi mungkin belum berjodoh dengan buku itu so tidak pernah ketemu. Ternyata benar ketika kubuka buku yang kupinjam dari adik kelas ku itu, subhanallah buku ini bagus sekali. Kubaca dari pengantar, kemudian bab 1, isinya sanagat menarik perhatianku. Apalagi ulasan kata dan cara penyampain dalam novel itu sangat familiar bagiku. Ulasannya seperti sebuah tulisan yang pernah dikirimkan seseorang yang sedang study di negeri seribu menara itu juga melalui email. Hatiku berdegub dan sedikit baduzhon,jangan-jangan dia banyak belajar dari novelis ini. Ah… masa bodoh yang penting aku harus cepat-cepat baca agar bisa tahu isinya. Tetapi sayang baru satu bab ku baca, adik kelasku harus pergi dan mengambil buku itu. Dia berjanji akan meminjamkan kepada ku setelah ia selesai membaca. Dalam hatiku, namanya juga pinjam, makanya rajin-rajin beli buku. Buku itu mengisahkan suatu cerita fiktif yang aku rasa hanya dibuat-buat oleh penulisnya, karena ku hampir tahu semua tentang situasi di dalam buku itu dari teman-temanku di dunia ciber yang pada umumnya sedang kuliah di Egypt. So kupikir iniadalah kisah beliau yang diatur secara apik sehingga mampu dijadiakn tulisan yang fiktif.
Tetapi mean idenya bukan itu, isinya yang mampu mempengaruhi hati dan jiwa pembacanya termasuk diriku. Contennya yang berisikan nilai-nilai religi yang dibalut oleh karakter tokoh, budaya , dan nilai-nilai estetika yang lain like a delicious food yang bayak dijajahkan di toko makanan, mampu menggugah hati dan selera. Isinya merupakn peristiwa yang penuh makna, tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata, yang jelas buku itu mamapu menyentuh hatiku dan memberikan effect besar untuk langkah-langkah ku kedepan. Moga Allah senantiasa mencurahkan RahmaNya kepada the Great novelist that has change my opinion dan menjadikan saya lebih baik dari yang lalu. Amin.

Nb: walaupun ku belum selesai membaca AAC sebanyak 8 Bab lagi(ketika menulis story ini), karena padahari keempat ku pinjamkan pada seorang akhi fillah yang sanagt memerlukan buku itu. Dan kerelaanku ini juga effect dari buku itu dengan tujuan menggapai RidhoNya. Moga buku AAC mampu mmeberikan goretan bagi pembacanya untuk menapaki jalan kemuliaan. Dan moga yang ana kasih pinjam segera mengembalikan agar ana bisa menyelesaiakan bacaan sampai kepada endingnya and buku itu juga lagi diantriin oleh beberapa temen.

HONEST BY A CANDY

Hari itu seperti biasa adalah jadwal mengajar, Monday, visit ke rumah orang merupakan salah satu job, itung-itung silaturrahmi tiap minggu ke rumah salah satu ukhtifillah. It is the hot weather, so males untuk beraktivitas sehingga gelar yang biasa diberikan teman-teman sebagai miss late disandang pada hari itu. Dengan alasan baru urus adm. Scholership in my luv campus akhirnya anak-anak mengerti dan mau belajar walaupun gondox. The interes meeting without command and ”cingcongwek”. Akhirnya pelajaran finish seperti waktu biasa. Setelah mencicipi makanan ringan yang disediakan their ummi, seperti biasa move to onather place, persis seperti cita-cita di Fs ingin jadi “pardolin” parsatuan dosen keliling, hehehehe :) but ini masih kelas teri, kelas kitik-kitik kalau karones bilang, tapi jadilah.
On the way in road, relaize where is money to cost. Ayooooooo………..bingung ya atauuuu pura-pura bingung???? tuh moneynya tadikan da habis untuk bayar adm. Scholership di kampus. Akhirnya mulailah ku mencakar-cakar isi dompet. Keluarlah uang-uang koin dengan suara gemerincingnya. Ongkosnya sebesar Rp.2.500,-, tetapi ketika itu angkot yang lebih sering disebut sudako di my village tidak kunjung datang. Wah alamat jalan kaki lagi ni sampai simpang amplas-salah satu terminal di Medan.. Why? Ongkos didalam tas hanya tinggal Rp.3000,-. Ku pun berjalan ke simpang yang jaraknya 250 meter dengan berjalan lebih cepat, walaupun jalan ku memeng sudah cepat
Setibanya disimpang kuputuskan untuk naik angkot yang melewati tempatku mengajar. Hampir semua angkot melalui gang tempatku mencari maisah untuk tambahan uang saku. Tetapi malam itu aku harus pintar memilih angkot kalau mau selamat dengan sisa uang yang ada. Maklumlah Medan terkenal dengan orangnya yang kasar, terlebih lagi supir angkot yang didominasi oleh Bataknees. Kalau sampai kurang bayar ongkosnya bisa dimaki habis-habisan. Bahkan terkadang ada yang turun untuk mengejar penumpangnya agar membayar penuh. Akhirnya ku putuskan untuk naik angkot yang supirnya didominasi oleh orang Jawa, rute angkot itu memang banyak didiami oleh suku Jawa. Bukannya hendak menyatakan suku tertentu lebih baik dari yang lain, tetapi setidaknya ini bisa mengurangi rasa takutku.
Aku merasa gelisah didalam angkot karena sangat jarang seorang wanita yang pakai jilbab keluar rumah ba’da maghrib. But ini tetap harus kujalani dengan berbagai pertimbangan. Semakin melaju angkot yang kutumpangi semakin menambah kegelisahanku, karena tempat ku berhenti sudah tidak jauh lagi. Kuambil ongkos dari dalam my wallet. Ku terkejut karena uang yang kuhitung tadi jumlahnya berkurang, only Rp. 2.900,-, kemana kekurangannya ya? Gumamku dalam hati. Wajah bingungkupun muncul dengan menoleh kekana dan kekiri. Tetapi ku harus cepat-cepat buat keputusan,karena simpang tempat ku turun semakin dekat. Ku berpikir, kalau kubayar ongkos ini sesuai tarif sebesar Rp 2.000,- karena ku kan tadi naik dari simpang amplas so ongkosnya tidak penuh-biasnya Rp 2.5000,-/estafet, ongkos ku untuk pulang kurang Rp100,- itupun harus ditambah jalan kaki dari simpang limun(tempat ku mengajar) sampai simpang Garu I(tempatku ringgalku) yang jaraknya itu hampir 500 meter. Atau kukuragi ongkos angkot yang kunaiki agar ongkosku untuk pulang kerumah cukup.
Tetapi dalam hati kecilku tidak mungkin ini kulakukan, berarti ku mengurangi hak orang lain. Bukankah itu tidak baik? Wah hari ini ticket untuk ke neraka bertabur dimana-mana seperti yang dikatakan adik kelasku sewaktu kami di perpustakaan kampus siang tadi. Akhirnya kuperiksa benar-benar isi dompetku, tetap saja tak kutemukan uang tambahan walaupun Rp.100. Tetapi didalam my bag ada sebuah permen yang kudapat tadi siang ketika aku memphotocopykan berkas, ada kembaliannya sebesar Rp.100, tetapi ku memilih untuk mengambil sebuah permen dari pada menerima kembaliannya. Akhirnya kuputuskan untuk menambah kekurangan ongkos ku dengan sebuah permen itu, toh akhirnya aku membayar ongkos ini penuh, tanpa mengurangi hak orang lain gumamku dalm hati. Tetapi sang supir akan heran kenapa aku bayar ongkos ditambah permen. But mau bagaimana lagi? Walaupun malu, setelah kukatakan pinggir untuk berhenti tepat disimpang tempat ku mengajar, aku turun dan tersenyum sambil berakata, ”Maaf bang, ongkos saya kurang jadiiiiii kekurangannya saya tambahkan permen.” Supir yang sepertinya memang suku Jawa itupun terseyum dan menjawab, “Tak pa dek, seharunya gak usah ditambahkan juga gak papa”. Akupun tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Syukur ku dalam hati dengan mengucapkan pujian pada Sang pemilik Kemulian Allah Rabbul Izzati.
Ku berfikir sambil berjalan ternyata sulit untuk menyampaikan rasa honest, karma ku tadi ada niatan untuk membayar ongkos dengan jumlah yang kurang dengan alas an malu. Tetapi karena ku takut mendapatkan tiket neraka pada hari ini, karena sudah sejak pagi tiket neraka itu bertaburan didalam satu harian, kuputuskan untuk mengatakan rasa HONEST BY A CANDY.. Semoga Allah senantiasa menyertai langkah-langkah ku untuk senantiasa berada dalam nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dalam hal sekecil apaun. Amin.





Friday, June 30, 2006

baca.. and baca AAC


It's the really good book th at i have read. Give me inspiration especially, I am really wanna go to there pleace. It've been written by the great novelist, Habiburrahman El shirazy.
Bayangkan aja buku yang tebalnya 419 halaman itu telah kuselesaiakn dalam 1 malam. When i read it, i get many experience. Memberi inspirasi baru, dan membantuku untuk memulai langkah dengan planning. And i hope i will get it like this bokk next time. Buku- buku seperti yang kuinginkan untuk membantuku change my life. I hope......

Sunday, May 07, 2006

the new comer

Ini blog pertama ku lho.......***** SELAMAT DATANG***** AND *****SALAM SILATURRAHMI*****